Sukses Jadi Mahasiswa Baru

Perbedaan utama dan pertama ada pada sistem pendidikan di kampus yang menekankan kemandirian kepada para mahasiswa. Menjadi mahasiswa berarti menjadi mandiri, dalam menentukan rencana studi, menentukan pola dan sistem belajar, hingga mengurus berbagai administrasi perkuliahan di kampus.

Agar tidak terlalu kaget, berikut beberapa kiat yang bisa diterapkan mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan pendidikan tinggi.

Kuliah

1. Datang ke kelas tepat waktu.
2. Jangan membolos. Tidak masuk kelas hanya akan membuat mahasiswa kewalahan karena harus mengejar pelajaran.
3. Fokus belajar. Jangan berbalas pesan pendek (SMS atau BBM) selama di kelas, begitu juga dengan email.
4. Belajar menulis dengan baik. Tugas-tugas kuliah menuntut mahasiswa mampu menulis dengan baik. Kemampuan ini mutlak dimiliki semua mahasiswa, tidak peduli apa pun jurusan yang diambilnya.
5. Kerjakan tugas dengan baik dan penuhi deadline. Jangan lupa untuk belajar dari kesalahan ketika mengerjakan tugas. Dosen biasanya akan memberi catatan di tugas mahasiswa tentang apa saja yang perlu mereka perbaiki.
6. Belajar lebih awal, termasuk dalam mengerjakan tugas. Jangan membiasakan belajar di malam sebelum ujian, cicillah sejak awal semester.
7. Jangan menyontek. Ketidakjujuran dalam dunia akademik akan mendapatkan penalti keras. Menyontek atau plagiat akan membuat seorang mahasiswa dipecat.
8. Jangan menjual buku kuliah yang sudah tidak dipakai, terutama jika buku-buku itu relevan dengan jurusan yang diambil.

Kampus

1. Ambil mata kuliah di luar zona nyaman. Beberapa kampus ada yang membolehkan mahasiswanya mengambil mata kuliah di luar jurusan yang mereka pilih. Manfaatkan kesempatan ini untuk memuaskan rasa ingin tahu dan memperluas pengetahuan. Termasuk dalam hal ini adalah mengambil jurusan atau mata kuliah sesuai keinginan sendiri, bukan keinginan orangtua atau orang lain.
2. Belajar teratur. Manfaatkan buku agenda atau kalender untuk mencatat berbagai janji dan deadline yang harus dipenuhi. Hal ini juga termasuk untuk memenuhi janji tepat waktu.
3. Temukan tempat yang menyenangkan untuk belajar. Manfaatkan perpustakaan kampus.
4. Akui kesalahan, baik kepada dosen maupun teman. Mengakui kesalahan memang akan membuat malu, tetapi hal ini justru membebaskan.
5. Hidup sehat. Makanlah secara teratur dan konsumsi makanan yang menyehatkan. Jangan lupa rutin berolahraga dan tidur yang cukup.
6. Berhati-hati dengan teknologi dan situs-situs jejaring sosial. Mereka bisa jadi tidak sehat dan membuat mahasiswa ketagihan.
7. Habiskan liburan di kampus. Isilah liburan dengan bekerja paruh waktu, mengerjakan proyek bersama dosen, dsb.
8. Telepon rumah dan orangtua untuk memberi dan bertanya kabar secukupnya.
9. Kuliahlah ke luar negeri.
10. Jika ada yang tidak beres, kunjungi dan berkonsultasilah dengan konselor di kampus. Jangan khawatir, kerahasiaan dijamin.
11. Bukalah pikiran seluas-luasnya dan bersiap menerima berbagai pengetahuan baru.
12. Pastikan jadwal UAS sebelum memesan tiket pulang

Iklan

Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Ilmuwan yang berpikir filsafati, diharapkan bisa memahami filosofi kehidupan, mendalami unsur-unsur pokok dari ilmu yang ditekuninya secara menyeluruh sehingga lebih arif dalam memahami sumber, hakikat dan tujuan dari ilmu yang ditekuninya, termasuk pemanfaatannya bagi masyarakat. Untuk mencapai tujuan itu, maka proses pendidikan hendaknya bukan sekedar untuk mencapai suatu tujuan akhir tapi juga mem-pelajari hal-hal yang dilakukan untuk mencapai tujuan akhir tersebut. Sehingga, ilmuwan selain sebagai orang berilmu juga memiliki kearifan, kebenaran, etika dan estetika. Secara epistemologis dapat dikatakan bahwa ilmu pengetahuan yang ada saat ini merupakan hasil dari akumulasi pengetahuan yang terjadi dengan pertumbuhan, pergan-tian dan penyerapan teori. Kemunculan teori baru yang menguatkan teori lama akan memperkuat citra sains normal. Tetapi, anomali dalam riset ilmiah yang tidak bisa dise-lesaikan oleh paradigma yang menjadi referensi riset, menyebabkan berkembangnya paradigma baru yang bisa memecahkan masalah dan membimbing riset berikutnya (mela-hirkan revolusi sains). Tumbuh kembangnya teori dan pergeseran paradigma adalah po-la perkembangan yang biasa dari sains yang telah matang. Berkembangnya peralatan analisis juga mendorong semakin berkembangnya ilmu. Contoh epistemologi ilmu dimana terjadi perubahan teori dan pergeseran paradigma terlihat pada perkembangan teori atom, teori pewarisan sifat dan penemuan alam semesta. Dalam perkembangan ilmu, suatu kekeliruan mungkin terjadi terutama saat pembentukan paradigma baru. Tetapi, yang harus dihindari adalah melakukan kesalahan yang lalu ditutupi dan diakui sebagai kebenaran. · Perkembangan teori atom Konsep atom dicetuskan oleh Leucippus dan Democritus (abad ke-6 SM): materi (segala sesuatu di alam) secara fisik disusun oleh sejumlah benda berukuran sangat kecil (atom). Atom merupakan partikel yang sangat kecil, padat dan tidak bisa dibagi, bergerak dalam ruang dan bersifat abadi. Menurut John Dalton (1766–1844) setiap unsur kimia dibentuk oleh partikel yang tak bisa diurai (atom). Pergeseran paradigma terjadi ketika ternyata dibuktikan bahwa atom masih bisa dibagi dan memiliki elektron (J.J. Thomson,1856–1940) dan proton (E. Goldstein, 1886). Pengetahuan bahwa atom bisa dibagi membuat ilmuwan lalu mereka-reka struktur atom. Thomson, menganalogikan atom seperti roti tawar dengan kismisnya, dimana elektron dan partikel positif terdistribusi merata. Dari penelitian E. Rutherford (1871-1937) disimpulkan bahwa elektron mengorbit mengelilingi nukleus. Postulat ini diperbaiki oleh J. Chadwick (1891–1974): atom memiliki sebuah inti yang terdiri dari nuklei, dan elektron-elektron yang mengorbit mengelilinginya; dan lalu disempurnakan oleh Niels Bohr yang mempertimbangkan efek kuantisasi energi atom. Teori-teori atom dan strukturnya masih terus disempurnakan. Saat ini mulai terjadi anomali yang menggugat paradigma yang sudah ada. Murray Gell-Mann (1964) mengatakan, proton dan netron masih bisa dibagi menjadi quark. · Perkembangan teori pewarisan sifat Pemikiran tentang pewarisan sifat sudah ada sejak jaman dulu. Plato dengan paham esensialismenya menjelaskan, setiap orang merupakan bayangan dari tipe ideal. Esensinya, manusia adalah sama dan keragaman di dunia tidak ada artinya. Perkembangan teori ini diawali dengan dilema yang dihadapi Darwin: apa penyebab variasi dan apa yang mempertahankan variasi? Menurut F. Galton, setiap anak menuju kecenderungan rata-rata dari sifat induknya. Sifat-sifat hereditas konti-nyu dan bercampur, anak adalah rata-rata dari kedua orang tua, maka variasi tidak ada. Sementara menurut Darwin, keragamanlah yang penting, bukan rata-rata tetapi Darwin belum bisa menjelaskan mengapa keragaman tersebut bisa terjadi. Hipotesa sementaranya menjelaskan bahwa kopi sel dari setiap jaringan yang dimasukkan ke dalam darah (gemmules)-lah yang memproduksi keragaman ketika gemmule dibentuk dan dikonversi kembali menjadi sel tubuh pada saat reproduksi. Tapi, perjalanan sejarah ilmu perkembangan sel selanjutnya membuktikan bahwa hipotesis ini salah. Mendell yang melakukan persilangan kacang dan menghasilkan varietas yang berbeda, mulus dan keriput tapi tidak ada yang di tengah-tengah, menyimpulkan bahwa sifat-sifat yang diturunkan bersifat diskrit, ada yang dominan dan ada yang resesif, tapi tidak bisa bercampur. Teori inilah yang selanjutnya digunakan sebagai dasar pe-ngembangan teori pewarisan sifat. · Perkembangan teori tata surya Prediksi peredaran matahari, bintang, bulan dan gerhana sudah dilakukan bangsa Baylonia, 4000 tahun yang lalu. Kosmologi Yunani (4SM) menyatakan bumi pusat dan semua benda langit mengitari bumi. Konsep ini dipatahkan Copernicus (1473-1543) yang menyatakan bahwa matahari adalah pusat sistem tata surya dan bumi bergerak mengelinginya dalam orbit lingkaran. Teori Copernicus menjadi lan-dasan awal pengembangan ilmu tentang tata surya. Seorang ilmuwan berada pada posisi dimana dia memiliki pengetahuan yang berdasarkan pada fakta (factual knowledge). Tetapi, fakta itu tidak berarti walaupun bisa menjadi instrumen jika tidak diaplikasikan. Aplikasi dari suatu kajian ilmu hendak-lah mempunyai nilai kegunaan (aksiologis) yang memberi makna terhadap kebenaran atau ke­nyataan yang dijumpai dalam seluruh aspek kehidupan Kajian filsafat berkenaan dengan pencarian kebenaran fundamental. Seorang ilmuwan, hendaklah mengkaji kebenaran fundamental dari suatu alternatif pemecahan masalah yang disodorkannya. Seorang ilmuwan juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memberi perspektif yang benar terhadap suatu masalah yang sedang dihadapi dan alternatif pemecahannya secara keilmuan kepada mayarakat awam. Dengan penguasaan ilmunya, seorang ilmuwan juga hendaknya bisa mempengaruhi opini masyarakat terhadap masalah-masalah yang seharusnya mereka sadari. Sebagai contoh, kajian ilmu bioteknologi, revolusi hijau (bibit unggul, pestisida, pupuk kimia) dan tanaman transgenik telah meningkatkan factual knowledge yang dimi-liki. Tetapi, ketika akan diaplikasikan ke masyarakat sebagai alternatif untuk mengatasi masalah, misalnya aplikasi tanaman transgenik untuk mengatasi produksi pangan yang terus menurun, maka kita perlu mempertanyakan kebenaran fundamental yang ada dibelakangnya. Apa penyebab masalah yang sebenarnya? Apa saja alternatif pemecahan ma-salahnya? Apakah alternatif yang diajukan memang alternatif terbaik untuk mengatasi masalah? Bagaimana kajian keuntungan dan resiko dari alternatif yang dipilih ini? Bagaimana dampaknya terhadap kemanusiaan, lingkungan, ekonomi dan sistim sosial masyarakat? Hal-hal ini harus dipelajari dan dijawab oleh ilmuwan sebelum alternatif ini benar-benar dipilih untuk mengatasi suatu masalah. Sehingga tidak terjadi kasus dimana aplikasi dari suatu factual knowledge ternyata pada akhirnya menimbulkan dampak negatif bagi manusia, lingkungan, sosial ataupun aspek lain dari kehidupan masyarakat.

Perkembanagan IT di Indonesia

Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, dengan memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas. informasi yang dimaksudkan adalah informasi yang akurat, relevan, dan tepat waktu, yang dapat digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan. Informasi ini juga harus bernilai strategis sehingga dapat digunakan dalam pengambilan keputusan.

Perkembangan teknologi informasi di Indonesia sangat dipengaruhi oleh kemampuan sumber daya manusia dalam memahami komponen teknologi informasi ( perangkat keras, perangkat lunak, komputer sistem jaringan, dan sistem telekomunikasi). Untuk membangun fasilitas TI, Indonesia masih sangat mengandalkan investor.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Economics Intelligent Unit (EIU) yang disponsori BSA, Indonesia menempati posisi 59 dunia, turun satu peringkat dari hasil studi sebelumnya di tahun 2008. Hasil penlitian ini dilakukan dengan membandingkan perkembangan TI di 66 negara. Penelitian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana indeks daya saing TI di negara-negara tersebut.

Belakangan peranan IT dalam jasa transportasi pun sudah dapat kita rasakan. Sebagai contoh adanya kartu khusus yang dikeluarkan oleh beberapa bank swasta yang dapat kita gunakan untuk membayar tol, membeli bahan bakar, pembelian tiket busway, dan kereta.

Dalam dunia pendidikan khususnya pada tingkat perguruan tinggi, pemanfaatan IT diwujudkan dalam suatu sistem yang disebut electronic university (e-University). Pengembangan ini dilakukan dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan, sehingga dapat menyediakan layanan informasi yang lebih baik bagi komunitasnya, baik didalam maupun diluar perguruan tinggi tersebut melalui internet. Cotoh Layanan pendidikan lain yang bisa dilaksanakan melalui sarana internet yaitu dengan menyediakan materi kuliah secara online dan materi kuliah tersebut dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan.

Akan tetapi bukan hanya hal positif yang dapat kita rasakan. Perkembangan IT juga dapat menimbulkan dampak negatif. Banyak situs porno yang makin marak beredar. Contoh lain adalah “demam” situs pertemanan yang tak jarang disalahgunakan. Hingga transaksi jual beli gadis lewat dunia maya. Hal ini tentu dapat mempengaruhi perkembangan anak dan remaja di negara kita.

The History of Faculty of Teacher Training and Education

Gambar

 

n the beginning, University of Muhammadiyah Malang was the branch of the University of Muhammadiyah Jakarta which was managed by Muhammadiyah Higher Education Foundation Jakarta/Yayasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jakarta with notary certificate R. Sihojo Wongsowidjaja at Jakarta No. 71 dated June 19, 1963. The Faculty of Teacher Training and Education of the University of Muhammadiyah Malang was built on September 1965 by the Malang Muhammadiyah Leaders’ initiative, together with Faculty of Economics and Faculty of Law. These three faculties got “registered” status from the General Directorate of Higher Education, Department of Education and Culture in 1966 with the Circulating Letter Number: 68/B-Swt/P/1966 dated on December 30, 1966. The Faculty of Teacher Training and Education began its education with Religious Education Department.

 

Because of there was a policy of Penertiban Perguruan Tinggi Agama/Controlling of Religious Universities, in 1968 the Religious Affairs Education Department of the Faculty of Teacher and Training and Education registered to the Religious Affairs Department to be Faculty of Tarbiyah. This proposal was agreed by the Religious Affairs Department with the Religion Ministry Circulating Letter No. 50 1970.

 

In line with the Main Plan of Development of the University of Muhammadiyah Malang settled on February 14, 1976, in the beginning of 1977 FTTE opened General Education Department.  

 

The demand of teachers who are not only good in knowledge, but also in Islamic science in the beginning of 1980’s encouraged the leaders of Faculty of Teacher Training and Education in particular and the leaders of the University of Muhammadiyah Malang in general to develop FTEE by opening new study programs in 1983, namely Indonesian Language and Literature, Biology, Mathematics, and Pancasila Moral Education (now well known as Civic Education). In the same year, the General Education Department changed to be Curriculum and Technology of Education Department.

 

The next, the development of FTTE was focused on improving the quality of education and teaching on those five departments. Besides, in 1987 FTTE opened English Department.

 

In 1998, FTTE UMM held in-service training programs at the National Education Department and Religious Affairs Department environment. They were D2 teacher equalizing program, headmaster and school inspector certification, and Madrasah Aliyah Development Program. The society and governance trustworthiness to this faculty was continued, So, in 2006 FTTE UMM was pointed by the government to be the institution which held Long Distance Program for Undergraduate Program of Elementary School Teacher Education together with nine other Teacher Training Institutions. As the follow up of this trustworthiness, FTTE UMM opened Elementary School Teacher Education Program in 2007 based on the Diractor General of Higher Education of National Education Department’s Circulating Letter No. 1928/D/T/2007. The vision of this program is being leading department in producing the elementary school teacher candidates, who have good ethics, good moral, master science and technology and develop the education innovation.

The Truth of Being Skinny

So here I wanted to tell you something, the truth about being ‘skinny’

I’ve been underweight almost all my life. I don’t have an eating disorder either, I eat healthy and normaly. I’ve never starved myself or purposely puked food back up to be skinny. But Idk I just fall under the ‘underweight’ category.

You know it’s suck. Your skin gets drier, you may suffer hot flashes, you bruise and get cuts really really easily, your hair may start falling out, small things will start taking BIG taxes on your body, you will be physically weaker, and you will feel like you have to puke a LOT. Your bones will go pretty brittle too, so don’t do something that could break them. Also heart palpitations are where your heart begins to beat really fast, like when you can hear it and feel it? You’re going to get those a LOT especially when you exercise. And surely everything you wear feels like huge on you, not going to lie.

I started my first period  a week after I turned 13. Well my periods had never once be regular. At one point I went around 5 months without getting it. No mention girls, your breasts are going to get REALLY flat too. Your hair is going to look thinner too, and you’re going to look sickly, your skin may begin to yellow. Also, like I said, your hair will most likely  begin to fall out. You’re going to be more prone to wrinkles too, and don’t even get me started on what the bags under your eyes are going to look like.     So there goes your pretty face right out the window, so what was the point of even being skinny again?

Oh, and you know that little cold you might have when it’s comes to the winter? The feeling sick and filled sinuses? That would have probably been about 10x worse if you were underweight, and you would get sick a LOT more often.

You also would start sleeping longer and getting tired easier, so partying or just hanging out with friends goes right out of the window. You’re not going to have the energy at all to do that, and if you exert too much energy you will probably start feeling sick, light headed and maybe puke. All you will want to do is sleep, most likely.

You’ll start feeling mood changes too, and a lot of personality changes. You’re most likely going to be more irritable, and feel a lot more depressed, especially since you’re probably going to bed tired all the time. You’re not going to want to do a lot of things you would usually want to do. Nobodys going to like grumpy and mean person, even if they are skinny.

So maybe, sure a few problems you have how are going to be fixed when you are skinny, but it’s going to create about 100 more. What skinny is really like, is pretty bad, and not worth it. So my advice is to stay happy, stay healthy. And keep in mind that the definition of beautiful does not require skinny. I really appreciate it you did read these thank you. And if I didn’t cover something feel free to ask. I decided to write this as I get loads of questions about self harming, so, again, your body is a temple ok and it’s very precious ❤Gambar